Menjadi orang tua baru memang penuh dengan kejutan, ya, Bun? Salah satu momen yang paling menguras energi dan emosi adalah ketika si kecil mulai rewel terus-menerus. Rasanya ingin sekali ikut menangis saat melihat bayi kita tidak tenang meskipun sudah digendong berjam-jam. Tenang dulu, Bunda tidak sendirian, kok. Bayi memang berkomunikasi melalui tangisan, jadi rewel adalah cara mereka memberi tahu bahwa ada sesuatu yang tidak nyaman atau ada keinginan yang belum terpenuhi.

Langkah pertama yang paling penting saat menghadapi bayi rewel adalah tetap tenang. Jika Bunda stres, si kecil bisa merasakannya dan justru akan semakin sulit ditenangkan. Tarik napas dalam-dalam, dan mari kita cek satu per satu apa yang mungkin menjadi penyebab kegelisahan si kecil agar Bunda bisa memberikan penanganan yang tepat.

Cek Kebutuhan Dasar Si Kecil

Sebelum mencoba berbagai teknik yang rumit, pastikan dulu semua kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Terkadang solusinya jauh lebih sederhana dari yang kita bayangkan. Cobalah periksa beberapa hal berikut ini:

  • Apakah si kecil merasa lapar? Cek jadwal menyusu terakhirnya karena rasa lapar adalah alasan paling umum bayi menangis.
  • Apakah popoknya sudah penuh atau kotor? Popok yang basah atau kotor sangat mengganggu kenyamanan kulit bayi yang sensitif.
  • Apakah dia mengantuk? Bayi yang terlalu lelah (overtired) justru akan jauh lebih sulit untuk tertidur dan cenderung menjadi sangat rewel.
  • Apakah suhu ruangan terlalu panas atau terlalu dingin? Cek area tengkuk bayi untuk memastikan suhu tubuhnya pas dan ia tidak merasa kegerahan.

Teknik Menenangkan yang Bisa Bunda Coba

Jika kebutuhan dasar sudah terpenuhi tapi si kecil masih rewel, Bunda bisa mencoba teknik menenangkan yang meniru suasana di dalam rahim. Suasana yang hangat, sedikit sempit, dan berisik secara konsisten biasanya sangat ampuh membuat bayi merasa aman dan terlindungi.

Gunakan teknik bedong atau swaddling untuk memberikan rasa hangat seperti saat di dalam kandungan. Pastikan bedongnya tidak terlalu kencang agar ia tetap bisa bernapas dengan lega dan kakinya masih bisa bergerak sedikit. Selain itu, suara white noise seperti bunyi kipas angin, mesin penyedot debu, atau rekaman suara hujan bisa membantu mengalihkan perhatian bayi dari rasa tidak nyamannya. Mengayun bayi dengan lembut atau menggendongnya