Halo Moms! Menjadi orang tua baru memang penuh dengan tantangan sekaligus kebahagiaan yang luar biasa, ya? Salah satu hal yang seringkali membuat kita sedikit pusing adalah masalah kesehatan si kecil, terutama soal imunisasi. Kadang kita suka lupa atau bingung kapan jadwalnya dan vaksin apa saja yang sebenarnya harus diberikan. Padahal, imunisasi adalah investasi kesehatan jangka panjang yang sangat krusial agar anak kita terlindungi dari berbagai penyakit menular yang berbahaya di masa depan.

Imunisasi bekerja dengan cara mengenalkan sistem imun si kecil pada virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, sehingga tubuh mereka siap melawan jika suatu saat terpapar penyakit tersebut. Rasanya memang tidak tega melihat si kecil disuntik, tapi percaya deh Moms, ini adalah salah satu bentuk kasih sayang terbesar kita untuk menjamin masa depannya yang sehat. Yuk, kita simak panduan lengkapnya supaya Moms tidak perlu khawatir lagi ada jadwal yang terlewat!

Jadwal Imunisasi Dasar yang Wajib Diketahui

Berdasarkan rekomendasi terbaru dari Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ada beberapa imunisasi dasar yang wajib didapatkan si kecil pada tahun-tahun pertamanya. Berikut adalah urutan jadwal yang perlu Moms catat baik-baik:

  • Usia 0 Bulan: Segera setelah lahir, si kecil wajib mendapatkan vaksin Hepatitis B untuk mencegah infeksi hati yang bisa berdampak kronis.
  • Usia 1 Bulan: Saatnya mendapatkan vaksin BCG untuk mencegah penyakit TBC yang menyerang paru-paru dan selaput otak, serta dosis pertama vaksin Polio tetes.
  • Usia 2-4 Bulan: Pada rentang usia ini, jadwal biasanya cukup padat. Si kecil akan mendapatkan vaksin kombinasi DPT-HB-Hib (untuk difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan meningitis) serta vaksin PCV untuk mencegah radang paru-paru atau pneumonia.
  • Usia 9 Bulan: Imunisasi MR (Measles dan Rubella) sangat penting diberikan pada usia ini untuk mencegah penyakit campak dan rubella yang bisa berakibat serius pada saraf dan organ dalam.

Jangan Lupa Jadwal Lanjutan dan Booster

Tahukah Moms bahwa perlindungan tidak berhenti di usia 9 bulan saja