Halo, Bunda! Menjadi orang tua baru memang penuh dengan tantangan sekaligus kebahagiaan yang luar biasa. Salah satu hal yang seringkali membuat Bunda merasa bingung namun sangat krusial adalah masalah jadwal imunisasi si kecil. Tenang saja, Bunda tidak sendirian kok dalam hal ini. Memberikan imunisasi tepat waktu merupakan salah satu bentuk kasih sayang dan investasi terbaik yang bisa Bunda berikan untuk menjaga sistem kekebalan tubuh bayi dari serangan berbagai kuman serta virus berbahaya.
Mengapa mengikuti jadwal itu sangat penting? Karena bayi lahir dengan sistem imun yang belum sempurna. Imunisasi bekerja layaknya sebuah latihan bagi tubuh si kecil untuk mengenali virus atau bakteri tertentu. Jadi, apabila suatu saat kuman tersebut menyerang, tubuh si kecil sudah memiliki tentara pelindung yang siap melawannya. Dengan mengikuti jadwal yang tepat, Bunda sudah memberikan perlindungan jangka panjang untuk masa depan si buah hati.
Jadwal Imunisasi Dasar Bayi (0-12 Bulan)
Mengacu pada rekomendasi terbaru dari kementerian kesehatan dan dokter anak, berikut adalah rangkaian imunisasi dasar yang perlu Bunda perhatikan secara teliti di tahun pertama kehidupan bayi:
- Usia 0 Bulan: Imunisasi Hepatitis B (HB-0) yang sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau sebelum bayi berumur 24 jam untuk mencegah penularan dari ibu.
- Usia 1 Bulan: Pemberian vaksin BCG untuk mencegah penyakit TBC berat serta Polio tetes dosis pertama.
- Usia 2 Bulan: Pemberian vaksin kombinasi DTP-HB-Hib 1 (untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis), Polio tetes 2, PCV 1, serta Rotavirus 1.
- Usia 3 Bulan: Pemberian vaksin DTP-HB-Hib 2, Polio tetes 3, dan PCV 2 untuk memperkuat daya tahan tubuh terhadap bakteri tersebut.
- Usia 4 Bulan: Pemberian vaksin DTP-HB-Hib 3, Polio tetes 4, Polio suntik (IPV), dan vaksin Rotavirus dosis kedua.
- Usia 9 Bulan: Imunisasi Campak-Rubella (MR) dosis pertama untuk melindungi dari penyakit campak yang bisa memicu komplikasi serius.
- Usia 12 Bulan: Pemberian vaksin PCV 3 sebagai dosis penguat atau booster agar