Hai Bunda! Tahu nggak sih, memberikan pijatan lembut ke si kecil itu bukan cuma soal bikin dia rileks, tapi juga cara luar biasa untuk membangun ikatan batin atau bonding yang kuat antara Bunda dan buah hati. Pijat bayi punya segudang manfaat, mulai dari melancarkan pencernaan, mengurangi kolik, hingga membuat tidur bayi jadi lebih nyenyak dan berkualitas. Tapi, tentu saja Bunda perlu tahu teknik yang benar supaya sesi pijat ini tetap aman dan nyaman buat si kecil.
Banyak orang tua baru merasa ragu untuk memijat bayinya sendiri karena takut salah pegang. Tenang saja, Bun, kuncinya adalah kelembutan dan perhatian pada respon bayi. Dengan suasana yang tepat, memijat bayi bisa menjadi rutinitas harian yang sangat menyenangkan bagi Bunda maupun si kecil.
Persiapan Sebelum Memulai Pijat Bayi
Sebelum mulai memijat, pastikan suasananya mendukung ya, Bun. Pilih waktu saat bayi sedang tenang, tidak dalam keadaan lapar, dan tidak juga tepat setelah menyusu untuk menghindari risiko gumoh. Pastikan tangan Bunda dalam keadaan bersih, hangat, serta sudah melepaskan perhiasan seperti cincin atau gelang yang berisiko menggores kulit bayi yang sensitif.
- Gunakan minyak pijat khusus bayi atau baby oil yang aman dan tidak menyebabkan iritasi pada kulitnya.
- Pastikan suhu ruangan tetap hangat agar bayi tidak kedinginan saat bajunya dibuka.
- Siapkan alas yang empuk dan nyaman seperti handuk lembut atau matras bayi di permukaan yang rata.
Teknik Pijat Bayi yang Aman dan Mudah
Sekarang, mari kita coba beberapa gerakan dasar yang bisa Bunda praktikkan di rumah. Ingat ya Bun, tekanannya harus sangat lembut, seperti Bunda sedang mengusap buah persik yang matang.
Mulailah dari bagian kaki. Bunda bisa melakukan gerakan seperti memerah (milking) dari pangkal paha menuju pergelangan kaki. Gerakan ini membantu melenturkan otot kaki si kecil setelah seharian aktif menendang-nendang. Setelah itu, putar perlahan pergelangan kakinya dengan sangat lembut.
Untuk bagian perut, gunakan teknik I Love U yang sangat populer. Buatlah huruf I di sisi kiri perut bayi dari atas ke bawah, lalu huruf L terbalik dari kanan ke kiri atas lalu bawah, dan terakhir huruf U terbalik. Teknik ini sangat efektif untuk membantu mengeluarkan gas yang terjebak dan mencegah sembelit pada bayi.
Beralih ke bagian dada, Bunda bisa melakukan gerakan Butterfly. Letakkan kedua tangan di tengah dada bayi, lalu gerakkan ke arah luar menuju bahu dan kembali lagi ke tengah seperti membentuk sayap kupu-kupu. Gerakan ini sangat bagus untuk membantu melonggarkan pernapasan dan memberikan rasa lega pada dada si kecil.
Terakhir, jangan lupakan bagian punggung. Telungkupkan bayi dengan posisi kepala menghadap samping, lalu usap punggungnya dari arah leher menuju bokong secara perlahan. Gerakan memutar kecil di area sekitar tulang belakang (tapi bukan di atas tulangnya) juga bisa memberikan efek relaksasi yang luar biasa.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memijat
Selama memijat, perhatikan selalu ekspresi dan bahasa tubuh si kecil ya, Bun. Jika dia mulai menangis, terlihat gelisah, atau memalingkan wajah, itu tandanya dia sudah cukup dipijat atau sedang tidak ingin disentuh. Jangan pernah memaksakan gerakan jika bayi terlihat tidak nyaman. Komunikasi lewat tatapan mata dan aj