Melihat si kecil mulai bisa mengangkat kepala, berguling, hingga belajar berjalan adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh setiap orang tua. Rasanya setiap hari ada saja kejutan baru yang mereka berikan! Namun, perlu Bunda tahu bahwa perkembangan motorik bayi tidak terjadi begitu saja secara instan. Ada proses stimulasi yang perlu kita berikan secara konsisten agar otot-otot si kecil semakin kuat dan koordinasi tubuhnya semakin terasah dengan baik.
Stimulasi motorik terbagi menjadi dua, yaitu motorik kasar yang melibatkan otot besar seperti tangan dan kaki, serta motorik halus yang melibatkan koordinasi tangan dan mata. Memberikan stimulasi yang tepat sesuai usia sangat penting agar Bunda tidak memberikan beban yang berlebihan pada si kecil. Yuk, kita bahas cara stimulasinya satu per satu agar Bunda tidak bingung lagi!
Usia 0 Sampai 3 Bulan: Fokus pada Kekuatan Leher
Pada tahap awal kehidupan ini, si kecil masih sangat rentan dan otot lehernya belum kuat menyangga kepala sendiri. Stimulasi utama yang paling disarankan oleh para ahli adalah tummy time atau sesi tengkurap.
- Lakukan tummy time secara rutin selama 1 hingga 3 menit beberapa kali sehari saat bayi dalam keadaan bangun dan segar.
- Gunakan mainan dengan warna kontras atau yang bisa mengeluarkan bunyi di depan matanya untuk melatih fokus pandangan dan gerakan leher.
- Berikan pijatan lembut di area tangan dan kaki untuk melancarkan sirkulasi darah serta memberikan rasa nyaman bagi si kecil.
Usia 4 Sampai 6 Bulan: Waktunya Berguling dan Meraih
Di usia ini, bayi biasanya sudah mulai aktif dan ingin tahu banyak hal. Ia mulai belajar membolak-balikkan badannya. Bunda bisa membantu memperlancar gerakan ini dengan beberapa cara yang menyenangkan.
- Letakkan mainan favorit sedikit jauh dari jangkauannya agar ia berusaha berguling