Selamat ya Bunda atas kehadiran si kecil di tengah keluarga! Kehadiran bayi memang membawa kebahagiaan yang luar biasa, tapi jujur saja, rutinitas harian pasti berubah drastis, kan? Dari yang biasanya punya waktu berdua saja, sekarang fokus Bunda dan Ayah pasti tersedot sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan buah hati. Kurang tidur, kelelahan, hingga stres mengurus anak seringkali membuat hubungan dengan pasangan jadi agak terabaikan atau bahkan terasa lebih tegang dari biasanya.

Tapi tenang saja Bunda, hal ini sangat normal terjadi pada pasangan baru. Menjaga percikan asmara tetap menyala setelah punya bayi itu sangat mungkin dilakukan asalkan ada kerjasama dan niat yang kuat dari kedua belah pihak. Yuk, simak beberapa tips simpel tapi ampuh agar hubungan Bunda dan Ayah tetap harmonis meski sedang sibuk-sibuknya menjadi orang tua baru.

Komunikasi Jujur dan Terbuka

Hal paling mendasar adalah jangan pernah memendam perasaan sendiri. Kalau Bunda merasa lelah, kewalahan, atau butuh bantuan, bicarakan dengan Ayah tanpa nada menyalahkan. Gunakan kalimat yang fokus pada perasaan Bunda sendiri agar Ayah tidak merasa diserang.

  • Sampaikan dengan lembut kalau Bunda butuh bantuan untuk mengganti popok atau menggendong bayi saat Bunda ingin mandi atau istirahat sejenak.
  • Ceritakan kekhawatiran atau kelelahan yang Bunda rasakan agar Ayah paham kondisinya dan bisa memberikan dukungan emosional.
  • Jadilah pendengar yang baik juga untuk Ayah, karena dia mungkin juga sedang beradaptasi dengan peran barunya yang penuh tanggung jawab.

Ciptakan Kencan Singkat di Rumah

Siapa bilang kencan harus selalu keluar rumah dan makan malam mewah di restoran? Di fase awal menjadi orang tua, Bunda dan Ayah bisa menciptakan momen romantis